كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَوْ ءَامَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ مِنْهُمُ ASWAJA TULEN menyajikan artikel-artikel faktual sebagai sarana berbagi ilmu dan informasi demi kelestarian aswaja di belahan bumi manapun Terimakasih atas kunjungannya semoga semua artikel di blog ini dapat bermanfaat untuk mempererat ukhwuah islamiyah antar aswaja dan jangan lupa kembali lagi yah

Senin, 13 Agustus 2012

Ulama Wahabi Syeikh Utsaimin dan Syeikh Al Bani

ULAMA WAHABI; IBNU UTSAIMIN DAN AL ALBANI MENGINGKARI RASULULLAH SEBAGAI MAKHLUK ALLAH PALING MULIA

Kitab ini karya Ibnu Utsaimin berjudul al Manahi al Lafzhiyyah, h. 161, lihat scan ber
ikut:

Ini adalah terjemah lengkapnya:

Ibnu Utsaimin di tanya: “Ada salah seorang guru di perguruan tinggi mengatakan bahwa mengucapkan “NABI MUHAMMAD ADALAH MAKHLUK PALING MULIA” adalah kata-kata yang tidak benar, menurutnya ini adalah ungkapan para ahli tasawuf. Ia berdalil dengan firman Allah:

ويخلق ما لا تعلمون (النحل: 8)

[Allah menciptakan sesuatu yang tidak kalian ketahui/QS. An-Nahl: 8], menurutnya; makhluk Allah ini sangat banyak, kita tidak dapat menghitung jumlahnya, [menurutnya bisa saja ada yang lebih mulia dari nai Muhammad]; maka kenapa kita harus mengatakan bahwa nabi Muhammad sebagai makhluk Allah paling mulia?

Ibnu Utsaimin menjawab [qabbahahullah]: “Pendapat yang masyhur menurut mayoritas ulama adalah ungkapan-ungkapan semacam ini dalam pemahaman mutlak; artinya nabi Muhammad adalah makhluk Allah yang paling utama di antara makhluk-makhluk lainnya, seperti perkataan seorang dalam bair syairnya:

وأفضل الخلق على الإطلاق # نبينا فمل عن الشقاق

“Dan makhluk paling utama secara mutlak adalah nabi kita; Muhammad, maka hindarilah dari perselisihan pendapat”. [bait Syekh Ibrahim al Laqqani dalam Jawharah at Tauhid]. Tetapi yang lebih hati-hati dan lebih selamat adalah kita katakan; “Muhammad adalah pimpinan seluruh anak Adam”, “manusia paling mulia”, “nabi yang paling mulia”, atau kata-kata semacam ini. DAN SAYA TIDAK MENGETAHUI SAMPAI DETIK INI BAHWA MUHAMMAD ADALAH MAKHLUK ALLAH YANG LEBIH UTAMA DARI SEGALA MALHLUK APAPUN SECARA MUTLAK.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar