كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَوْ ءَامَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ مِنْهُمُ ASWAJA TULEN menyajikan artikel-artikel faktual sebagai sarana berbagi ilmu dan informasi demi kelestarian aswaja di belahan bumi manapun Terimakasih atas kunjungannya semoga semua artikel di blog ini dapat bermanfaat untuk mempererat ukhwuah islamiyah antar aswaja dan jangan lupa kembali lagi yah

Jumat, 31 Agustus 2012

Sayyidina al-Imam Abdullah al-Haddad


Sayyidina al-Imam Abdullah al-Haddad mengatakan : "Ketahuilah, sesungguhnya para nabi dan para wali Allah berakhlak penyayang kepada hamba2Nya. Mereka tidak mau menyumpahi orang yang menzalimi mereka. Hanya saja Allah memiliki ghirah (rasa
cemburu) terhadap mereka jika kehormatan mereka dinodai atau kesucian mereka diinjak2. Bila terjadi hal yang demikian, maka Allah akan bangkit membela mereka, m
emberikan balasan terhadap orang yang menyerang mereka, dan akan memenuhi hak mereka dari orang yang memusuhi. Dalam hadits qudsi dikatakan, "Barangsiapa menyerang seorang wali-Ku maka Aku menyatakan perang terhadapnya." Yakni, Aku umumkan perang kepadanya. Hal itu dikarenakan seorang wali tidak membela dirinya sendiri, maka Allah yang akan membelanya. Kita berlindung kepada Allah dari sikap menentang para wali-Nya...

Luqman Hakim berkata kepada anaknya:
"Wahai anakku ! Hendaklah engkau berduduk-dudukkan dengan para ulama (ahli bijaksana) ! Dan dengarkanlah ucapan mereka (dengan penuh perhatian) ! Karena, sesungguhnya Allah akan menghidupkan hati yang telah mati dengan cahaya hikmah, seperti Allah menghidupkan bumi yang tandus dengan air hujan yang deras."
((At-Targhib wat Tarhib, karya Al-Imam Al-Hafiz Zakiuddin Abdul 'Azim Abdul Qawi Al-Mundziri (wafat 656 H / 1258 M) jilid 1 halaman 80))...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar