كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَوْ ءَامَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ مِنْهُمُ ASWAJA TULEN menyajikan artikel-artikel faktual sebagai sarana berbagi ilmu dan informasi demi kelestarian aswaja di belahan bumi manapun Terimakasih atas kunjungannya semoga semua artikel di blog ini dapat bermanfaat untuk mempererat ukhwuah islamiyah antar aswaja dan jangan lupa kembali lagi yah

Sabtu, 25 Agustus 2012

Ketika Ajal Menjemput

 Kematian adalah suatu hal yang pasti yang akan dialami oleh setiap jiwa manusia, tetapi tidak semua jiwa manusia mengalami kemudahan ketika ruh mereka dicabut oleh malaikat-malaikat yang diutus oleh Allah azza wa jalla. Allah berfirman dalam Kitabul Karim,
إِنَّكَ مَيِّتٌ وَإِنَّهُم مَّيِّتُونَ
”Sesungguhnya kamu akan mati dan sesungguhnya mereka akan mati (pula)”. (Az-Zumar: 30)
Dia juga berfirman,
كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ الْمَوْتِ ثُمَّ إِلَيْنَا تُرْجَعُونَ
”Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan.”(Al-’Ankabut: 57)
Ketika kematian itu tiba, seseorang telah sampai kepada ajalnya, maka akan terjadi salah satu diantara dua kemungkinan bagaimanakah kematian itu akan menghampirinya, apakah dengan suatu hal yang membuat ruh ini kelak berdo’a agar dipercepat kiamat agar segera mendapatkan kenikmatan abadi yang telah dijanjikan oleh Rabbul ’alamin atau justru berdo’a agar jangan dipercepat kiamat karena adzab neraka yang telah menunggunya.
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda tentang hamba yang mukmin di alam kubur, ”…maka dia (hamba mukmin) berkata: ”Ya Allah percepatlah hari kiamat!! Agar aku bisa kembali ke harta dan keluargaku !!….
Sedangkan tentang orang yang kafir atau fajir, beliau bersabda, ”Kemudian dibukakan baginya pintu Neraka dan dihamparkan baginya permadani dari Neraka, dia berkata: ”Ya Rabbku janganlah Engkau Jadikan hari Kiamat !!!” (HR. Abu Dawud, Al-Hakim, Ahmad, dan lainnya). Lalu apakah kita belum juga menyadari dan membayangkan betapa keras adzab Allah azza wa jalla kepada orang yang berdo’a demikian ?
Perhatikanlah dengan apa yang telah dikatakan oleh seorang sahabat yang merupakan salah satu dari empat Khulafaur Rasyidin, ’Utsman bin ’Affan radliyallahu’anhu, yang diriwayatkan dari Hani hamba sahaya ’Utsman bin ’Affan, beliau berkata:
”Utsman radliyallahu’anhu menangis jika berdiri di sisi kuburan, hingga jenggotnya basah. Dikatakan kepadanya: ’Anda tidak menangis ketika disebutkan Surga dan Neraka, dan ketika disebutkan kubur Anda menangis,’
Beliau berkata: ’Sesungguhnya aku mendengar Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:
”Kuburan adalah tempat pertama dari kehidupan akhirat, jika seorang selamat darinya, maka (kehidupan) setelahnya akan lebih mudah, dan jika seseorang tidak selamat darinya, maka (kehidupan) setelahnya akan sulit. ” (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah)
Keluar Bagaikan Tetes Air
Seorang mukmin jika akan meninggalkan dunia ini, dia akan melewati beberapa prahara kematian secara mudah, diberikan kepadanya kabar gembira, diberikan keteguhan oleh Allah dalam menghadapi fitnah kubur. Nabi kita Muhammad shallallahu’alaihi wa sallam telah mengabarkan dalam hadist yang cukup panjang yang diriwayatkan dari Al-Barra’ bin ’Azib radliyallahu’anhu. Beliaushallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
”Jika seorang mukmin akan meninggalkan dunia dan menuju akhirat, maka para malaikat dengan muka putih akan turun kepadanya, seakan-akan wajah mereka itu adalah matahari, mereka membawa kain kafan dan hanut[1] dari surga, kemudian mereka duduk sejauh mata memandang, lalu datanglah Malaikat Maut ’alaihissalam, dan dia duduk di samping kepalanya seraya berkata:
Wahai jiwa yang tenang, keluarlah menuju ampunan dan karunia dari Allah”
Beliau bersabda, ”Kemudian jiwa itu keluar bagaikan satu tetes air yang keluar dari mulut wadah,….” (HR. Abu Dawud, Al-Hakim, Ahmad, dan lainnya)
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
يَاأَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ {27} ارْجِعِي إِلىَ رَبِّكِ رَاضِيَةً مَرْضِيَةً {28} فَادْخُلِي فيِ عِبَادِي {29} وَادْخُلِي جَنَّتِي {30}
”Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hamba-Ku, masuklah ke dalam syurga-Ku.” (QS. Al-Fajr: 27-30)
Imam Ibnu Katsir ketika menafsirkan ayat diatas beliau mengatakan dalam tafsirnya, ”Yang demikian itu dikatakan kepadanya saat sakaratul maut dan pada hari kiamat kelak, sebagaimana para malaikat menyampaikan berita gembira kapada orang mukmin ketika sakaratul maut dan ketika dibangkitkan dari kuburnya. Maka demikian pula disini.”
Sakaratul Maut yang kita berlindung darinya
Pada riwayat yang sama beliau shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
”Sedangkan hamba yang kafir (dalam suatu riwayat yang fajir/jahat), jika dia meninggalkan dunia dan menghadap akhirat, datanglah kepadanya para Malaikat yang keras dengan wajah yang hitam dengan membawa Musuuh[2] (dari neraka), mereka duduk sejauh pandangan mata. Kemudian datanglah Malaikat Maut dan duduk di dekat kepalanya seraya berkata: ”Wahai jiwa yang tenang, keluarlah menuju kebencian dan kemarahan dari Allah subhanahu wa ta’ala”
Beliau berkata, ”Kemudian Malaikat itu mendekati tubuhnya, lalu dia (Malaikat Maut) mencabut ruhnya bagaikan tongkat (dengan cabang yang banyak) dicabut dari kain wol yang basah, (lalu urat dan ototpun putus)…..” (HR. Abu Dawud, Al-Hakim, Ahmad, dan lainnya)
Semoga kita diberi keringanan dalam menghadapi sakaratul maut kelak oleh Allah azza wa jalla.

1 komentar:

  1. wah halaman yang baik serta aktikel yang bagus dan bermanfaat. ditunggu postingan berikutnya yaa ..salam

    BalasHapus