كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَوْ ءَامَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ مِنْهُمُ ASWAJA TULEN menyajikan artikel-artikel faktual sebagai sarana berbagi ilmu dan informasi demi kelestarian aswaja di belahan bumi manapun Terimakasih atas kunjungannya semoga semua artikel di blog ini dapat bermanfaat untuk mempererat ukhwuah islamiyah antar aswaja dan jangan lupa kembali lagi yah

Selasa, 28 Agustus 2012

Hukum Menutup Do’a Dengan Sirrul Fatihah

Tanya Jawab Bersama Habib Umar bin Hafidz
نصر السؤال

أرجو من سماحتكم تبيين حكم ختم الدعاء الجماعي بسر الفاتحة وذكر دليله لأننا نعاني كثيرا من المتشددين الذين يوقفون الدين على أقوال مجموعة معينة من العلماء دون غيرهم؟

Pertanyaan:
Saya mengharap dari yang terhormat Al-Habib Umar untuk menjelaskan hukum serta dalil menutup do’a bersama dengan sirrul Fatihah. Karena kami sering kali menghadapi orang-orang ekstrim yang membatasi agama dengan hanya berpegang pada beberapa ularna tertentu sedang yang lainnya tidak.

نصر الجواب

اعلم أخي أن الفاتحة أعظم سور القرآن، وقراءتها عمل صالح، والتوسل إلى الله بالعمل الصالح مجمعٌ عليه، ومنعُ قراءتِها كمنعِ قراءة أي شيء غيرها من القرآن لا يجوز إبرامه لأحد إلا بدليل، ولا دليل على منع قراءة شيء من القرآن إلا على الجنب والحائض، والله أعلم.

Jawaban:
Ketahuilah wahai saudaraku, bahwa fatihah adalah surat yang paling agung dalam Al-Qur’an dan membacanya merupakan amal shaleh. Sedangkan bertawassul dengan amal shaleh merupakan perkara yang di sepakati oleh para ulama. Melarang membaca fatihah sama halnya dengan melarang orang membaca surat apapun dalam Al-Qur’an. Tidak boleh menyerang seseorang kecuali dengan dalil, sementara tidak ada dalil yang melarang seseorang membaca Al-Qur’an kecuali orang yang sedang junub dan haid. Wallahu a ‘lam.
Sumber: Fatwa Habib Umar bin Hafidz di www.alhabibomar.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar