كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَوْ ءَامَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ مِنْهُمُ ASWAJA TULEN menyajikan artikel-artikel faktual sebagai sarana berbagi ilmu dan informasi demi kelestarian aswaja di belahan bumi manapun Terimakasih atas kunjungannya semoga semua artikel di blog ini dapat bermanfaat untuk mempererat ukhwuah islamiyah antar aswaja dan jangan lupa kembali lagi yah

Senin, 13 Agustus 2012

Fatwa Syaikh MUHAMMAD BIN ABDUL WAHHAB YANG MENYESATKAN UMAT.

PERKATAAN MUHAMMAD BIN ABDUL WAHHAB YANG MENYESATKAN UMAT

DALAM KITAB “AL-USHUL AL-ARBA’AH FI TARDID AL-WAHABIYAH” [TASHHIH KHATHA’ TARIKH HAULA AL-WAHABIYAH OLEH MUHAMMAD SA’ID ASY-SYUWAI’IR]
PENERBIT: DAR AL-HABIB CETAKAN KE-EMPAT TAHUN 1421 H/2000 M HAL. 66 SBB:

RENUNGAN BUAT UMAT ISLAM JIKA INI SEBUAH KEBAIKAN

Terjemahan bebasnya yg berwarna kuning sbb:

“Dan sebagian perkataannya [Muhammad bin Abdul Wahhab], “Aku menganggap bathil kitab [fikih] empat madzhab, dan aku katakan bahwa manusia dalam kurun waktu 600 tahun mereka tidak beada atas sesuatu [kebenaran], dan aku mengajak untuk berijtihat dan aku keluar dari taqlid [mengikuti ulama = ”Menerima satu perkataan tanpa mengetahui dalilnya” [Mudzakaratu Ushuulil-Fiqh hal. 306 – Cet. Multaqaa Ahlil-Hadiits]] dan aku katakan bahwa perbedaan pendapat ulama adalah kemarahan, dan aku mengkafirkan orang yg bertawasul kepada orang-orang shalih, aku mengkafirkan Bushairi karena ucapannya. ‘Hai orang yg paling mulia-mulianya makhluk [Muhammad] ,’ dan aku katakan jika aku mampu untuk menghancurkan kubah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam niscaya akan aku hancurkan, dan sekiranya aku mampu juga atas ka’bah, niscaya aku ambil talangnya dan aku buatkan talang dari kayu, dan aku haramkan berziarah ke makam Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan aku mengingkari untuk berziarah ke makam kedua orang tua dan selain dari keduanya, dan aku mengkafirkan orang yg bersumpah dengan selain Allah, dan aku mengkafirkan Ibnu Al-Faridh dan Ibnu ‘Arabi, dan aku akan membakar kitab Dalail Al-Khairat dan kitab Raudh Ar-Riyahin [taman kesenangan] dan aku akan menamainya Raudh Asy-Syayathin [taman para setan], ……………….” Wallahu a’lam bish-Shawab

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar