كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَوْ ءَامَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ مِنْهُمُ ASWAJA TULEN menyajikan artikel-artikel faktual sebagai sarana berbagi ilmu dan informasi demi kelestarian aswaja di belahan bumi manapun Terimakasih atas kunjungannya semoga semua artikel di blog ini dapat bermanfaat untuk mempererat ukhwuah islamiyah antar aswaja dan jangan lupa kembali lagi yah

Rabu, 22 Agustus 2012

Berobat dengan Barokah Do’a

إِذَاشْتَكَيْتُ فَضَعْ يَدَكَ حَيْثُ تَشْتَكِى ، ثُمَّ قُلْ “بِسْمِ اللهِ أَعُوْذُ بِعِزَّةِ اللهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّمَا أَجِدُ مِنْ وَجَعِى هَذَا” ثُمَّ ارْفَعْ يَدَكَ ثُمَّ ذَلِكَ وِتْرًا. رَوَاهُ التُّرْمُذِى عَنْ اَنَسْ

Artinya: Jika anda mengeluh sakit, maka letakkan tanganmu pada bagian yang kamu rasa sakit, lalu ucapkanlah, “Dengan menyebut asma allah saya berlindung dengan kemuliaan allah dan kekuasaan allah dari sakit yang kurasakan ini. Lalu angkat tanganmu dan lakukan itu dengan ulangan ganjil.”  (HR. at-Turmudzi dari Anas)
Yang bisa dipetik dari hadist ini antara lain:
Pertama, bahwa semuanya itu adalah kehendak Allah, ketentuan Allah ta’ala dan semua terjadi maasyaallaahu kaana wa maa lam yasya’ lam yakun (apa yang Allah kehedaki terjadi, dan apa yang tidak dikehendaki-Nya maka tidak terjadi) . Kalau Allah berkehendak pasti terjadi dan jika Allah tidak berkehendak tidak terjadi.

Kedua, menyadari bahwa semuanya itu dari Allah terjadi dengan kehendak dan ketentuan Allah, tidak ada pilihan lain kecuali menerima dengan ikhlas. Maka, ketika itu ujian berupa musibah, sakit dan lain sebagainya, mengeluhnya juga kepada Allah, maturnya juga kepada Allah, minta sembuhnya juga kepada Allah, juga dengan menyebut asma-asma Allah.
Dari awal meyakini dan menyadari semua dari Allah, ketika dia ingin sembuh pun minta kepada Allah dengan menyebut juga sama Allah. Dan mengikuti tuntunan Allah juga Rasulullah. Jadi, urut ini. Allah semua, tindakannya juga kesana semua.
Ketiga,  Agama Islam mengajarkan kita agar tidak putus asa. Sebisa-bisanya tetap berikhtiar mengobati sakit. Kalau tidak ada pengobatan secara medis, secara dhohir yang sebagian orang meyakini itu lebih cespleng, lebih pasti, tidak bisa ilmiah. Kalau nggak mungkin melakukan pengobatan secara medis mungkin tidak menemukan dokter, mungkin belum ditemukan obatnya, atau nggak punya biaya dan sebagainya kesulitan, tetap tidak boleh putus asa, tetap berikhtiar sekalipun hanya dengan doa termasuk yang ada didalam hadits seperti atas. Dan doa seperti ini tidak boleh dipandang remeh kan? Banyak orang sembuh karena barokah doa, juga banyak orang yang nggak sembuh-sembuh meskipun sudah diobati secara medis.
Jangan lantas begitu, kita berobat tetap sakit lantas putus asa, tidak boleh. Peluang sekecil apapun tetap dilakukan contohnya dengan berdoa.
Keempat, tradisi rukyah atau nyuwuk itu memang sesuatu yang syar’i benar adanya dan sama sekali tidak khurofat, sama sekali tidak bid’ah tidak ada yang salah dengan suwuk. Tentu selama mintanya kepada Allah dengan menyebut asma Allah, juga kalam Allah dan tentu mengikuti tuntunan Rasulullah SAW, dan tidak boleh menyalahi ketentuan al-Qur’an maupun sunnah.
Kelima, lakukan hal itu dengan hitungan yang ganjil. Jadi, Allah, Rasulullah, agama islam itu senang dengan ganjil. Innallaaha witrun yuhibblwitron … insyaallah kalau doa pun diulangi dengan hitungan ganjil, akhirnya Allah senang. Dengan adanya Allah senang, Allah ridho itulah maka Allah pun memberi kesembuhan. Jangan diabaikan, jangan diremehkan perintah-perintah sekecil seperti itu. Tetap dilakukan sekalipun itu sunnah. Jangan bilang “alah mok Cuma sunnah saja”, siapa ngerti keinginan yang dituju, Allah ridho akhirnya sembuh.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar