كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَوْ ءَامَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ مِنْهُمُ ASWAJA TULEN menyajikan artikel-artikel faktual sebagai sarana berbagi ilmu dan informasi demi kelestarian aswaja di belahan bumi manapun Terimakasih atas kunjungannya semoga semua artikel di blog ini dapat bermanfaat untuk mempererat ukhwuah islamiyah antar aswaja dan jangan lupa kembali lagi yah

Senin, 13 Agustus 2012

AQIDAH IMAM SYAFII..ALALH ADA TANPA TEMPAT

Imam asy-Syafi’i rahimahullah berkata :
إنه تعالى كان ولا مكان فخلق الـمكان وهو على صفة الأزلية كما كان قبل خلقه الـمكان لا يجوز عليه التغيِير فى ذاته ولا في صفاته
“Sesungguhnya Allah ta’ala ada dan tidak ada tempat, maka Dia (Allah) menciptakan tempat, sementara Dia (Allah) tetap atas sifat azali-Nya, sebagaimana Dia (Allah) ada sebelum Dia (Allah) menciptakan tempat, tidak boleh atas-Nya berubah pada dzat-Nya dan pada sifat-Nya". [Kitab Ithaf As-Sadati Al-Muttaqin –Jilid 2-halaman 36].

إنه تعالى كان ولا مكان
“Sesungguhnya Allah ta’ala ada dan tidak ada tempat”
Maksudnya : Allah telah ada tanpa permulaan atau di sebut azali atau qadim, dan belum ada tempat seperti ‘Arasy, langit, bumi, dan segala makhluk lain nya, Allah ta’ala sudah sempurna dengan segala sifat-Nya yang azali sebelum ada apa pun selain-Nya, sifat-sifat dzat Allah tidak lantas bertambah ketika Allah menciptakan makhluk-Nya.

فخلق الـمكان وهو على صفة الأزلية
“maka Dia (Allah) menciptakan tempat, sementara Dia (Allah) tetap atas sifat azali-Nya”
Maksudnya : kemudian Allah menciptakan tempat, artinya bukan tempat Allah, tapi menciptakan makhluk-Nya yang di sangka itu adalah tempat Allah oleh orang-orang yang berprasangka buruk terhadap Allah, tetapi Imam Syafi’i menepis prasangka tersebut, beliau berkata allah tetap atas sifat azali-Nya, artinya sekalipun setelah ada makhluk-Nya, Allah tetap bersifat dengan sifat-sifat azali-Nya, tidak ada sifat yang bertambah bagi Allah setelah adanya makluk-Nya, karena sifat yang baru ada setelah adanya makhluk itu juga termasuk makhluk.

كما كان قبل خلقه الـمكان
“sebagaimana Dia (Allah) ada sebelum Dia (Allah) menciptakan tempat”
Maksudnya : Sebagaimana Allah ada sebelum adanya makhluk, dengan segala sifat kesempurnaan-Nya, begitu juga Allah dan sifat-Nya setelah adanya makhluk, adanya makhluk tidak dapat memberi pengaruh apa pun terhadap dzat dan sifat Allah, Allah maha sempurna jauh sebelum adanya makhluk.

لا يجوز عليه التغيِير فى ذاته ولا في صفاته
“tidak boleh atas-Nya berubah pada dzat-Nya dan pada sifat-Nya”
Maksudnya : tidak boleh (mustahil) ada perubahan pada dzat dan sifat Allah, tidak terjadi perubahan pada Allah bukan berarti itu kelemahan atau kekurangan Allah, tapi justru bila berubah, dapat menimbulkan kekurangan bagi Allah, karena Allah maha sempurna, berubah dari sempurna tentu dapat kekurangan bagi-Nya, dan setiap perubahan adalah makhluk, karena tidak ada yang dapat berubah dengan sendiri nya kecuali Allah yang menciptakan perubahan tersebut, sementara Allah adalah khaliq, bukan makhluk.
Maka dengan memahami perkataan Imam Syafi’i di atas, dapat pula kita pahami Aqidah Imam Asy-Syafi'i bahwa Imam Syafi’i meniadakan tempat bagi dzat Allah, Allah ada tanpa arah dan tempat, inilah hakikat aqidah ulama salaf, sangat bertolak-belakang dengan aqidah Salafi-Wahabi, yang menduga ‘Arasy adalah tempat persemayaman Tuhan, padahal ‘Arasy juga makhluk-Nya, yang baru ada ketika diciptakan oleh-Nya, dan sifat-sifat kesempurnaan Allah telah ada sebelum adanya ‘Arasy dan segala makhluk lain nya.
Maha suci Allah dari Arah dan tempat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar